Mahasiswa KKN UIN Walisongo Dampingi UMKM Desa Karangrowo Go Digital Melalui Pendaftaran QRIS
Proses penyerahan QRIS kepada salah satu UMKM yang diberikan oleh koordinator divisi Ekonomi Kreatif KKN UIN Walisongo posko 103 pada Selasa, 29 Agustus 2026. (Doc. Tim Dokumentasi KKN posko 103)
DIREKTORIJATENG.ID– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 Posko 103 Desa Karangrowo melaksanakan program digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui sosialisasi dan pendampingan pendaftaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Kegiatan tersebut berlangsung dalam rentang waktu mulai 27 Juli - 29 Agustus 2026 dengan tujuan meningkatkan literasi pembayaran digital di kalangan pelaku UMKM, Senin (31/8/2026).
Program ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan
door to door, dengan mengunjungi setiap pelaku UMKM secara langsung. Sebanyak 10 UMKM
menjadi sasaran kegiatan. Tahapan program diawali dengan survei dan observasi
untuk mengidentifikasi kondisi usaha serta tingkat pemahaman pelaku UMKM
terhadap sistem pembayaran digital. Selanjutnya, mahasiswa memberikan
sosialisasi mengenai manfaat QRIS, persyaratan pendaftaran, serta tata cara
penggunaannya dalam transaksi sehari-hari.
Setelah sosialisasi,
mahasiswa memberikan pendampingan kepada pelaku usaha yang berminat
mendaftarkan usahanya agar dapat menerima pembayaran melalui QRIS. 2 dari 10 UMKM yang
dikunjungi, melanjutkan hingga tahap pendampingan dan berhasil menyelesaikan proses
pendaftaran QRIS.
Salah satu pelaku
usaha, Solekah (23) yang memperoleh pendampingan adalah pemilik De Licious Tea. Ia mengaku
selama ini sering mendapat pertanyaan dari pelanggan mengenai ketersediaan
pembayaran menggunakan QRIS, tetapi belum mengetahui prosedur pendaftarannya.
"Saya merasa
terbantu karena selama ini sering mendapat pertanyaan, 'Bisa QRIS tidak?'
Namun, saya tidak paham bagaimana caranya. Jadi, dengan didampingi pendaftaran
akun QRIS ini saya merasa sangat terbantu," ujarnya.
Koordinator Divisi
Ekonomi Kreatif, Itsna Karima, mengatakan bahwa pendekatan secara langsung
dipilih agar mahasiswa dapat memahami kebutuhan setiap pelaku usaha sekaligus
memberikan pendampingan yang lebih efektif.
"Program
digitalisasi QRIS ini kami laksanakan melalui tahapan survei, observasi,
sosialisasi, hingga pendampingan secara langsung kepada setiap pelaku UMKM.
Dengan pendekatan door to door, kami dapat menyesuaikan pendampingan sesuai
kondisi masing-masing usaha. Harapannya, semakin banyak UMKM di Desa Karangrowo
yang memanfaatkan QRIS sebagai metode pembayaran sehingga mampu meningkatkan
kualitas pelayanan dan daya saing usaha di era digital," terangnya.
Melalui program
ini, mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 103 berharap penggunaan sistem pembayaran
digital di kalangan UMKM Desa Karangrowo terus meningkat. Kehadiran QRIS
diharapkan tidak hanya mempermudah transaksi antara penjual dan konsumen,
tetapi juga menjadi langkah awal dalam mempercepat transformasi digital serta
meningkatkan daya saing UMKM di tingkat desa.
Penulis: Tim Humas KKN posko 103

Belum ada Komentar untuk "Mahasiswa KKN UIN Walisongo Dampingi UMKM Desa Karangrowo Go Digital Melalui Pendaftaran QRIS"
Posting Komentar