Sentuhan Alam Jadi Karya Kreatif, Siswa SDN 1 Pilangrejo Demak Antusias Belajar Seni Ecoprint Totebag
Kegiatan edukatif tersebut
diikuti oleh seluruh siswa kelas 5. Melalui praktik langsung, para siswa mengolah
unsur-unsur alam di sekitar lingkungan sekolah dan rumah menjadi karya seni
terapan yang bernilai.
Koordinator Desa, Muhammad
Rifqin Nashih menyampaikan tujuan kegiatan ecoprint tersebut dirancang untuk
memberikan pengalaman belajar berbasis proyek (project-based learning) yang
tidak hanya berfokus pada teori di dalam kelas, tetapi juga mengeksplorasi
potensi alam di lingkungan sekitar.
"Anak-anak diajak untuk
mengamati dan memanfaatkan tumbuhan yang ada di sekeliling mereka, seperti daun
singkong, daun pakis air, hingga berbagai bentuk bunga liar yang kaya akan
pigmen warna alami. Melalui media tersebut siswa belajar bahwa alam menyediakan
bahan berkarya yang luar biasa tanpa harus bergantung pada bahan kimia berbahan
plastik atau cat sintetis," ujarnya.
Sebagai langkah awal, siswa menyiapkan totebag berbahan kain blacu polos. Setelah media siap, siswa mengeksplorasi imajinasi dengan menata komposisi daun dan bunga di atas permukaan kain hingga membentuk pola yang diinginkan.
Rangkaian daun tersebut kemudian ditutup dengan plastik pelindung lalu dipukul perlahan menggunakan palu kayu sampai pigmen warna serta bentuk urat daun menempel secara utuh pada kain. Akhirnya, proses kreatif ditutup dengan mengangin-anginkan karya tersebut sebelum merendamnya dalam larutan tawas sebagai tahap fiksasi guna mengunci warna alami agar tidak luntur saat dicuci.
Antusiasme dan keceriaan
menyelimuti suasana kelas selama kegiatan berlangsung. Suara ketukan palu kayu
berirama mengiringi semangat anak-anak saat menyaksikan perubahan bentuk dan
warna daun yang secara ajaib berpindah ke atas kain totebag mereka.
Salah satu siswa kelas 5 SDN 1
Pilangrejo, Sofia mengungkapkan rasa bangganya dapat menciptakan tas buatannya
sendiri.
"Kegiatannya seru, ini
pertama kali saya membuat tas dengan motif daun asli. Hasilnya unik karena pola
tiap daun beda-beda. Tas ini bisa dipakai untuk membawa barang ke
sekolah," cerita Sofia dengan penuh semangat.
Guru Wali Kelas 5 SDN 1
Pilangrejo, Nita Amalia Sholikah menuturkan bahwa pelatihan kriya ramah
lingkungan tersebut memberikan dampak positif bagi pengalaman belajar siswa.
"Kegiatan yang diselenggarakan mahasiswa KKN sangat bermanfaat, ecoprint memberikan pengalaman baru bagi siswa tentang kerajinan berbahan dasar dari alam menjadi karya seni yang cantik," ujar Nita.
Melalui program ecoprint ini,
pihak SDN 1 Pilangrejo berharap para siswa tidak hanya membawa pulang sebuah
karya totebag, tetapi juga kesadaran akan pentingnya menjaga keharmonisan
dengan alam sekitar.
Penulis: Tim KKN UIN Walisongo Posko 113

Posting Komentar