Kurangi Ketergantungan Gawai, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajak Anak Bulugede Bermain Tradisional

Daftar Isi


(Anak-anak Desa Bulugede bermain dakon bersama KKN Posko 201 UIN Walisongo - doc. KKN posko 201)

DIREKTORIJATENG.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang posko 201 mengajak anak-anak Desa Bulugede, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, untuk melestarikan permainan tradisional melalui kegiatan bermain bersama yang berlangsung meriah, Jum'at (7/8).

Kegiatan ini bertujuan mengenalkan kembali berbagai permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan akibat pesatnya perkembangan teknologi dan penggunaan gawai. Anak-anak tampak antusias mengikuti berbagai permainan, seperti bakiak, bola bekel, dakon, egrang batok, hingga engklek

Koordinator kegiatan Eyindana Zulfa, menyampaikan bahwa permainan tradisional harus tetap lestari di era digital ini.

"Yang paling berkesan bagi saya adalah melihat antusiasme adik-adik. Banyak yang baru pertama kali mencoba permainan tradisional tetapi mereka tetap semangat dan menikmati setiap permainan. Harapan saya, permainan tradisional ini tidak berhenti di kegiatan ini saja. Semoga adik-adik terus memainkannya agar permainan tradisional tetap lestari sekaligus menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan dan melatih kekompakan," ujar nya.

Selain menjadi sarana hiburan, permainan tradisional juga melatih kemampuan komunikasi, ketangkasan, kreativitas, serta mempererat hubungan antar teman. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap anak-anak dapat mencintai kembali warisan budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu.

(Anak-anak bermain bakiak, melangkah bersama, tertawa bersama, belajar bersama - doc. KKN posko 201)

Salah seorang peserta, Nadhifa (9), mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena dapat bermain bersama teman-temannya.

"Menyenangkan, happy. Biasanya saya main sepeda saja di rumah, sekarang bisa main bersama teman-teman," tuturnya dengan antusias.

Masyarakat Desa Bulugede turut mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu menghadirkan aktivitas positif bagi anak-anak di waktu senggangnya sekaligus mengenalkan kembali permainan tradisional yang mulai ditinggalkan.

"Kegiatan seperti ini sangat bagus lebih baik dari pada main hp," ujar Junadi (45) masyarakat Desa Bulugede.

Melalui program ini, mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang berharap permainan tradisional tidak hanya menjadi kenangan, tetapi tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.

Penulis : Miftachul Fattah, KKN MIT UINWS Posko 201

Posting Komentar