Mahasiswa KKN UIN Walisongo Guncang Stigma Patriarki di Wonosari lewat Sosialisasi Interaktif

 

Wonosari, 28 Juli 2026 – Sebanyak 50 Ibu-Ibu kelompok pengajian Desa Wonosari mengikuti sosialisasi anti patriarki yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 Posko 188 UIN Walisongo Semarang di salah satu rumah warga, bertepatan dengan acara rutin Maulid Diba, Selasa siang (28/7). Kegiatan yang mengusung tema peran orang tua dalam pengasuhan anak ini bertujuan membongkar persepsi keliru bahwa urusan domestik dan pendidikan anak sepenuhnya menjadi beban perempuan.

Pemateri, Nurasyilla Rahmadani, selaku sekretaris kelompok KKN Posko 188, menyampaikan materi seputar pembagian peran adil antara ayah dan ibu dalam mengurus anak. Inovasi kegiatan terletak pada metode partisipatif; setiap peserta dibekali dua kartu bertuliskan "Setuju" dan "Tidak Setuju" untuk merespons sejumlah pernyataan kontroversial yang dilontarkan pemateri. Anggota KKN lainnya turut membantu kelancaran jalannya diskusi dua arah yang berlangsung hangat tersebut.

Pemateri membangun keakraban kepada para peserta, memberikan landasan agama bahwa perempuan bersuara itu ada tuntunannya dalam Islam dan menyadarkan pentingnya komunikasi/bersuara demi kesehatan mental dan keharmonisan keluarga. Beberapa pernyataan yang akan diuji kepada para peserta sosialisasi untuk mengetahui perspektif. Pernyataan pertama yang diuji, "Kalau anak sakit atau nilainya turun di sekolah, itu murni kesalahan dan tanggung jawab Ibu yang kurang bisa mendidik," bertujuan membongkar anggapan bahwa pengasuhan anak adalah beban 100% perempuan. Peserta diajak menyadari bahwa tanggung jawab mendidik anak adalah kolaborasi kedua orang tua.

Selanjutnya, pernyataan "Kalau Ibu merasa capek banget secara mental/fisik, Ibu berhak minta waktu istirahat sejenak dan minta tolong Suami," bertujuan memvalidasi hak ibu atas kesehatan mental dan otonomi diri. Sebuah langkah penting mengingat masih maraknya kasus kekerasan dan kelelahan mental yang dialami ibu akibat beban ganda. Pernyataan ketiga, "Urusan beli barang besar untuk rumah tangga atau sekolah anak, keputusannya harus mutlak dari Suami tanpa perlu nanya pendapat Ibu," digunakan untuk melatih pentingnya musyawarah dan pengakuan atas suara perempuan dalam pengambilan keputusan keluarga. 


Penulis: Tim KKN MIT Posko 188 UIN Walisongo







Belum ada Komentar untuk "Mahasiswa KKN UIN Walisongo Guncang Stigma Patriarki di Wonosari lewat Sosialisasi Interaktif"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel