MENGATASNAMAKAN AGAMA (Alim Hanya Sebagai Topeng)
DIREKTORIJATENG.ID-Banyak orang alim mengatasnamakan sebagai tokoh agama, tapi dibalik itu ternyata kelakuan yang tersembunyi lebih busuk dari apa yang Kita kira. Akhir-akhir ini banyak kasus dari orang-orang yang background-nya paham agama dengan tingkahnya yang menjijikan. Sering terkaget-kaget, bahkan setiap hari dibikin ngelus dada saat FYP berita tersebut muncul di beranda sosmed kita, yaitu terkait pelecehan, kekerasan seksual, dan sejenisnya.
Orang yang kita pikir bisa menjadi contoh dan panutan
untuk belajar ilmu agama, namun ujung-ujungnya yang menyebar bukan ilmunya,
tapi aib menjijikan yang ramai tersebar. Iming-iming dapat barokah, keberkahan,
bahkan sampai bilang jika ingin ridho Allah harus mengikuti segala perintahnya.
Banyak orang pandai menutup wajah aslinya dengan
berbagai jenis topeng. Dari yang dalam ranah Pendidikan sampai ranah dunia
kerja pun sama. Berdalih dengan dalil palsu agar didengar bawahan atau murid-muridnya.
Kenapa kasus ini sekarang banyak terjadi? Sebenarnya apa sih yang membuat tokoh-tokoh
ini terjerat kasus tersebut?
BACA JUGA: Antara Duit Atau Tuhan
Tokoh atau orang yang mempunyai power, baik dalam Lembaga
Pendidikan ataupun Lembaga lainnya bisa melakukan hal-hal bejad yang beredar di
FYP itu terjadi karena adanya relasi kuasa.
Relasi kuasa adalah sebuah situasi yang terjadi karena
adanya hubungan kuasa. Jadi antara korban dan pelaku terjerat relasi dalam satu
Lembaga. Contohnya kiai dengan santrinya, atasan dengan bawahannya, dosen
dengan mahasiswanya, dll.
Pelaku memanfaatkan Namanya sebagai pengasuh, kiai, tokoh
agama, yang disitu bisa dipercaya banyak orang dan bahkan orang mungkin takut
untuk melawan atau menolak perintahnya. Dari sinilah mereka punya rencana
bejad, memanfaatkan itu semua, dan merusak bunga-bunga yang masih kuncup indah
dipaksa mekar belum pada waktunya.
Rayuan manis, berdalih dalil dan barokah orang-orang
ini melakukan aksinya, gadis polos yang takut menolak atau bahkan melawan
akhirnya menjadi korban. Tidak hanya gadis polos bahkan orang dewasa yang tau
hal itu salah saja dengan dinamika relasi kuasa tidak bisa melawan.
Relasi kuasa bisa menghipnotis orang lain menjadi
patuh dengan perintah-perintahnya. Bahkan sampai beberapa kasus yang kita lihat
banyak komentar netizen atau dalah hati kita sendiri juga bergumam
“Ah, ini mah sama aja, korbannya juga mancing-mancing,
kaya mau sama mau.”
Keterpaksaan yang terjadi berulang akan menjadi hal
biasa yang terjadi padanya, menjadikan hal tersebut tidak bisa kita salahkan
sepihak, kalo dia juga sama saja dengan pelakunya. Bisa jadi ada ancaman, atau
hal lain yang membuat dia melakukan hal itu. Sebagai netizen kita harus peka
POV dari korban, dan jangan menyalahkan korban.
Harusnya kita dukung korban-korban ini untuk membuka
topeng-topeng para monster yang berlindung dari balik dalil dalil agama. Jangan
sampai saudara, anak, atau bahkan diri kita menjadi korban-korban selanjutnya. Pahami
gejala-gejala seseorang sudah menggunakan relasi kuasanya untuk melakukan
hal-hal diluar nalar kepada diri kita untuk melindungi diri dan orang disekitar.
Belum ada Komentar untuk "MENGATASNAMAKAN AGAMA (Alim Hanya Sebagai Topeng)"
Posting Komentar