(Tradisi Tingkep Tandur Dsn. Ngablak, Ds. Bulugede, Kec. Patebon, Kab. Kendal - doc. KKN Uin Walisongo Posko 201)
DIREKTORIJATENG.ID - Warga Dusun Ngablak, Desa Bulugede, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, menggelar tradisi Tingkep Tandur pada Sabtu (8/8). Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh antusias dan diikuti oleh masyarakat setempat bersama mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) serta mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 201.
Tingkep Tandur merupakan salah satu bentuk tradisi masyarakat sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus doa atas tanaman yang telah ditanam. Melalui kegiatan ini, warga berharap tanaman yang sedang dibudidayakan dapat tumbuh dengan baik, memberikan keberkahan, serta menghasilkan panen yang maksimal. Antusiasme warga terlihat sejak kegiatan dimulai, masyarakat bersama-sama mengikuti rangkaian acara dan memanjatkan doa untuk keberlangsungan pertanian mereka.
Dalam sambutannya, Kepala Dusun Ngablak, Budiono, menyampaikan harapan agar tanaman yang telah ditanam dapat memberikan keberkahan bagi para petani.
“Harapannya apa yang kita tanam bisa memberikan berkah dan manfaat bagi yang menanam. Walaupun dalam proses sampai panen banyak cobaan, seperti tikus, abangan, maupun musim kemarau, kita tetap harus berdoa kepada Sang Pencipta,” ujar Budiono.
Menurutnya, berbagai tantangan dalam pertanian merupakan bagian dari proses yang harus dihadapi dengan kesabaran dan doa. Ia berharap masyarakat tetap semangat merawat tanaman hingga masa panen dan pada akhirnya memperoleh hasil yang maksimal.
Kegiatan Tingkep Tandur tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur masyarakat, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Tradisi tersebut sekaligus memperlihatkan semangat kebersamaan warga dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul selama proses bertani.
Kehadiran mahasiswa KKN turut memberikan warna dalam kegiatan masyarakat sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal dan terlibat langsung dalam tradisi yang masih dijaga oleh warga.
"Dengan terlaksananya kegiatan ini, semoga warga Ngablak dengan tanaman yang telah ditanam dapat tumbuh subur, terhindar dari berbagai gangguan, dan menghasilkan panen yang baik serta dengan hadirnya kita dapat menjadi manfaat bagi semua orang." ucap koordinator desa KKN Uin Walisongo Semarang, Miftachul Fattah
(KKN Uin Walisongo Posko 201 berpartisipasi panjatkan doa dan jaga tradisi leluhur)
Penulis KKN MIT UIN Walisongo Posko 201
Belum ada Komentar untuk "Mengikuti Tradisi Tingkep Tandur, KKN Uin Walisongo Panjatkan Doa dan Jaga Warisan Leluhur"
Posting Komentar