Entri yang Diunggulkan

Ketika Dosa Membawa Tawa dan Taat Membawa Air Mata

Ketika Dosa Membawa Tawa dan Taat Membawa Air Mata

(Ilustrasi orang sedang berdoa, By: Pinterest)

DIREKTORIJATENG.ID-Hidup di zaman yang serba dirayakan, dipamerkan, dan dipertontonkan di media sosial. Kita melihat atau bahkan ikut tertawa atas perbuatan dosa dan tidak sengaja atau mungkin malah sengaja memamerkan dimedia agar semua orang tau. Bila kita saksikan dan kita teliti kemaksiatan sekarang merajalela dimana-mana. Dijalan kita melihat orang berpelukan diatas kendaraan padahal bukan mahrom tapi kita hanya tersenyum bahkan memvideo dan diposting di sosial media dengan caption bercanda. Tanpa kita sadari ternyata perbuatan perbuatan kita sehari-hari adalah sebuah perbuatan yang mengarah pada flexing dosa (pamer maksiat).

Tidak hanya orang-orang yang berbuat dosa saja yang merasa biasa saja dengan hal-hal yang dilakukan. Pernah lihat orang baca al-Qur’an di foto dan diunggah di sosial media mereka dengan caption bangga seolah-olah dia pemegang kunci surga. Mereka merasa ibadahnya sudah aman dan pasti diterima. Akhirnya apa yang muncul dihatinya?rasa puas diri, riya, dan sombong.

Padahal dalam sebuah riwayat dari sebagian ahli zuhud yang dijelaskan dalam qitab nashoihul ibad karya Syekh Nawawi Al-Bantani berkata demikian:


وَعَنْ بَعْضِ الزُّهَادِ: مَنْ أَذْنَبَ ذَنْبًا وَهُوَ يَضْحَكُ فَإِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُهُ النَّارَ وَهُوَ يَبْكِي وَمَنْ أَطَاعَ وَهُوَ يَبْكِي فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُدْخِلُهُ الْجَنَّةَ وَهُوَ يَضْحَكُ.

“Sebagaimana yang diriwayatkan dari sebagian ahli Zuhud, barangsiapa merasa bangga dengan perbuatan dosanya, maka Allah akan melemparkannya ke dalam neraka dalam keadaan ketakutan. Dan barangsiapa bersedih (khawatir) terhadap ketaatan yang telah dilakukannya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga dalam keadaan bahagia.”

Dari penjelasan ini, kejadian-kejadian yang kita saksikan dalam sosial media sebuah kesalahan-kesalahan yang tanpa kita sadari. Tidak sepatutnya kita merayakan, memposting kejelekan-kejelekan kita. Tidak sepatutnya kita sombong riya pada perbuatan-perbuatan baik kita. Agar lebih jelas mari kita bedah riwayat tersebut, apa yang dimaksud dengan dosa membawa tawa dan taat membawa air mata.

BACA JUGA: Antara Duit Atau Tuhan

Ketika Dosa Membawa Tawa

Dalam riwayat diatas terdapat kalimat “bangga dengan perbuatan dosanya” maksud dari kalimat tersebut sebenarnya apa? Orang yang bangga dan terang-terangan memamerkan keburukannya, kemaksiatannya, merupakan orang yang telah hilang rasa malu atau haya’ dihadapan Allah. Sering kali kita menyaksikan orang malu karena dihadapan orang lain tapi ini malah tidak malu dihadapan Alla SWT.

Padahal dalam hadis dijelaskan ketika seseorang berbuat dosa dia akan merasa gelisah, dan enggan menampakan kepada orang lain. Berikut makna hadistnya:

“Dosa adalah sesuatu yang terasa menggelisahkan jiwa dan pelakunya merasa enggan menampakkannya kepada orang lain.” (HR. Muslim, No. 2553/4, 2006).

Dari hadist tersebut memberikan penjelasan terhadap kita normalnya manusia yang berbuat dosa dia akan gelisah bahkan malu sampai menutupinya agar orang lain tidak mengetahui perbuatannya. Secara psikologis orang yang berbuat dosa ia akan memiliki 3 dampak krusial, yaitu melemahnya kekuatan memori, mudah depresi, dan gelapnya hati.

Dari sini, baru kita sadari bahwa zaman sekarang orang sudah masuk pada fase tiga yaitu gelapnya hati. Orang yang taat dan baru berbuat dosa ia akan menutupi dosanya, tapi orang yang sudah berkali-kali berbuat dosa ia akan hilang rasa malu, bahkan sampai pada titik tertawa pada dosa-dosanya. Ini terjadi karena hati yang gelap, gelapnya hati menutup orang untuk merasa malu, mengunci orang untuk merasa bersalah. Pada akhirnya dosa diubmar di sosial medianya bahkan ditertawakan.

Tawa ini hanya sesaat dan hanya berlaku didunia, bagaimana saat mereka di akhirat? Dalam riwayat diawal tadi mengatakan “maka Allah akan melemparkannya ke dalam neraka dalam keadaan ketakutan.” Tawa yang sesaat akan dibayar dengan ketakutan yang abadi.

BACA JUGA: MENGATASNAMAKAN AGAMA (Alim Hanya Sebagai Topeng)

Ketika Taat Membawa Air Mata

Jika diawal dikatakan banyak orang yang beribadah namun riya, namun disini kita bahas kenapa orang yang benar-benar taat bersedih atau khawatir? Ini bukan karena mereka membenci atau cape terhadap ibadah yang mereka jalankan, tapi karena mereka takut amalnya yang dilakukan hanyalah sia-sia. Bahkan banyak ahli ibadah yang meragukan ibadahnya telah sempurna. Dan banyak juga yang takut ia tidak sadar terkena penyakit hati yaitu riya dan ujub.

Taat membawa air mata ini hanya orang-orang tertentu saja yang dapat merasakan, karena rata-rata orang zaman sekarang sedikit yang takut akan penyakit hati seperti riya, dengan sengaja mereka posting foto ibadahnya. Padahal Nabi Muhammad SAW. Mengajarkan untuk beribadah dengan penuh penghayatan dan kekhusuan. Pernah dengar cerita Rasulullah kakinya bengkak karena salat malam? Disaat Aisyah bertanya mengapa beliau sampai melelahkan dirinya padahal allah sudah memastikan dosa-dosanya diampuni baik yang terdahulu maupun yang akan datang.

Beliau tidak menjawab bahwa “Aku sedang pamer” tidak, tapi beliau menjawab, “apakah aku tidak boleh jika aku ingin menjadi hamba yang bersyukur?” orang yang sudah mendapatkan kepastian surga saja tidak berhenti ibadah, tapi kita dizaman ini beribadah hanya sebagai konten belaka.

Padahal pada riwayat dalam qitab nashoihul ibad tadi menerangkan “barangsiapa bersedih (khawatir) terhadap ketaatan yang telah dilakukannya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga dalam keadaan Bahagia”.

Antara Khauf dan Raja’

Sebagaimana mestinya manusia, hati seorang mukmin harus seimbang antara Khauf (takut akan azab dan dosa) dan Raja’ (berharap akan rahmat Allah). Jadilah manusia yang berbeda dizaman sekarang, jangan menormalisasikan perbuatan buruk langsung posting perbuatan baik langsung posting. Pikirkan apakah yang diposting akan membawa kebaikan untuk orang lain, tidak menimbulkan kegaduhan. Apa yang bisa kita lakukan sekarang? Jika kita sering tertawa atas perbuatan buruk yang berpotensi dosa maka segeralah bertaubat, dan perbanyaklah istighfar.

Allah itu tidak hanya melihat bentuk fisik amal kita (dosa atau taat), tetapi Alah melihat rasa dan sikap hati kita saat melakukan perbuatan-perbuatan baik yang buruk maupun yang mulia. Lebih baik kita menangis di dunia karena merasa miskin amal, daripada kita tertawa bangga namun berujung nestapa dihadapannya.


Penulis : Heru Sofyan

Belum ada Komentar untuk "Ketika Dosa Membawa Tawa dan Taat Membawa Air Mata"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel