Strategi Sederhana Mahasiswa Rantau Atasi Stres Kuliah
Tekanan tugas, organisasi, dan kehidupan sebagai mahasiswa rantau kerap memicu stres. Namun, Dara, mahasiswi Universitas Negeri Semarang (Unnes), memiliki cara sederhana namun efektif untuk mengatasinya. Mahasiswi yang aktif di organisasi CLIC ini mengaku sengaja menyisihkan waktu di akhir pekan untuk rehat dari rutinitas akademik. "Ikut organisasi CLIC, main kalau weekend," ujar Dara.
Bagi Dara, kunci utama dalam menjalani perkuliahan adalah dukungan keluarga. Ia menyebut orang tua sebagai sosok paling berpengaruh, sekaligus alasan ia memilih Unnes. "Karena cuma dibolehin di Unnes. Karena prospek kerjanya luas," tuturnya.
Untuk menjaga produktivitas, Dara memiliki strategi belajar yang unik. Ia lebih memilih malam hari sebagai waktu untuk mengerjakan tugas. Menurutnya, suasana yang sepi membuatnya lebih fokus. "Di malam hari karena sudah sepi suasananya," jelasnya.
Kesehariannya saat tidak ada jadwal kuliah pun ia isi dengan kegiatan sederhana. Selain beristirahat di kos, ia kerap nongkrong dan bermain di luar bersama teman-teman.
Lalu, bagaimana cara Dara mengatasi stres kuliah? Ia tidak memilih cara yang rumit. "Dengan cara keluar main, belanja, jajan, pulang ke rumah. Sebulan sekali," ungkapnya.
Pulang ke rumah menjadi agenda rutin yang ia lakukan sekitar sebulan sekali, meski tanpa jadwal yang baku. Ditambah dengan aktivitas ringan seperti belanja dan jajan, cara tersebut dinilai cukup untuk mengembalikan energinya.
Kisah Dara menunjukkan bahwa mengatasi stres kuliah tidak selalu membutuhkan cara yang mahal atau rumit. Cukup dengan manajemen waktu yang baik antara organisasi, istirahat, dan meluangkan waktu untuk diri sendiri serta keluarga.

Posting Komentar