Dinamika M. Rasyid Ridha: Dari Teman Bahasa Ngapak hingga Jadi Pengurus Organisasi Daerah
Daftar Isi
![]() |
| M. Rasyid Ridha, mahasiswa semester 5 Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang (Unnes) |
Selama dua periode kepengurusan di Format Unnes, Rasyid telah dipercaya mengemban berbagai tugas strategis, termasuk sebagai wakil koordinator dalam penyelenggaraan acara berskala besar Salah satu program kerja yang dinilainya paling berkesan adalah penyelenggaraan turnamen futsal tingkat SMA/SMK sederajat.
"Turut berbangga dapat tergabung dalam tim penyelenggara acara. Turut berbahagia dapat memberikan sedikit kesempatan bagi teman-teman peserta menunjukkan kebolehannya dalam bermain futsal, menunjukkan emosi positif, rasa semangat, dan sportifitas baik bagi pemain dan supporter tentunya," ujar Rasyid.
Rasyid mulai aktif berorganisasi sejak duduk di semester 3 Selain terdorong oleh keinginan untuk belajar berorganisasi, keputusannya bergabung dengan Format Unnes didasari oleh latar belakang yang unik, yaitu mencari rekan berkomunikasi dalam bahasa daerah
"Yang pasti saya tertark ingin belajar berorganisasi, niat yang lainnya adalah karena saya merasa membutuhkan partner untuk diajak berbicara dalam berbahasa ngapak," ungkapnya.
Di samping kegiatan organisasi daerah, ia juga memanfaatkan waktu luang dengan aktif di bidang event management kampus guna menambah penghasilan mandiri.
Menjalani rutinitas organisasi diakui Rasyid membawa tantangan tersendiri, mulai dari rasa lelah hingga timbulnya gesekan dengan jadwal perkuliahan. Namun, ia menegaskan bahwa prioritas utamanya tetap pada urusan akademik.
"Dari saya sendiri pasti lebih mengutamakan perihal kuliah terlebih dahulu, namun bukan berarti tugas dari organisasi ditinggal begitu saja. Jika masih dapat dikerjakan keduanya maka saya kerjakan, namun jika harus memlih salah satu. Maka saya meminta rekan satu divisi untuk membantu kesulitan tugas dalam organisasi tersbut," tuturnya.
Bagi Rasyid, berbagai dinamika dan pengorbanan waktu selama berorganisasi memberikan pelajaran berharga terkait manajemen waktu, kemampuan bersosialisasi, dan cara menyatukan perbedaan pendapat. Pengalaman tersebut membentuk rasa tanggung jawab pribadi maupun kelompok saat menjalankan amanah.
Meskipun pihak keluarga tidak mengetahui secara detail seluruh kesibukannya di kampus, orang tua Rasyid terus memberikan dukungan penuh selama kegiatan yang diikutinya memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kredit : Zulfikar Fakhril Mas'ud
Media : DIREKTORIJATENG.ID

Posting Komentar