Serabi Notosuman Solo: Kuliner Legendaris Lebih dari Seabad di Kota Bengawan!

Daftar Isi

Sensasi Legendaris Serabi Notosuman di Jantung Kota Solo

Serabi Notosuman (Foto: Instagram/@nitip.solo)

Jika Anda sedang melancong ke Kota Surakarta (Solo) dan bertanya kepada warga lokal maupun wisatawan mengenai oleh-oleh kuliner wajib, nama Serabi Notosuman hampir dipastikan berada di daftar paling atas. Berlokasi di kawasan bersejarah Jalan Moh. Yamin (dahulu Jalan Notosuman), kudapan tradisional ini telah menjadi ikon wisata kuliner legendaris yang tak pernah sepi pembeli.

Keistimewaan Serabi Notosuman pun mendapat pengakuan secara nasional. Pada tahun 2021, Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menetapkan Serabi Notosuman sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Konsistensi dalam menjaga resep leluhur dan teknik pemanggangan tradisional menggunakan wajan tanah liat serta tungku arang selama lebih dari 100 tahun menjadi rahasia utama eksistensinya.

Cita Rasa Autentik: Lembut, Gurih, Tanpa Kuah Kinca

Berbeda dengan kue surabi khas Bandung yang umumnya disiram kuah kinca (gula merah cair) atau serabi daerah lain yang disajikan dengan kuah santan terpisah, Serabi Notosuman dihidangkan tanpa kuah.

Adonannya terbuat dari racikan tepung beras pilihan, santan kelapa kental, gula pasir, garam, dan daun pandan alami yang menghasilkan rasa manis dan gurih yang kaya. Saat dimasak di atas wajan tanah liat kecil berpenutup dengan api arang, bagian pinggir serabi membentuk kerak tipis yang renyah (crispy), sementara bagian tengahnya tetap tebal, lembut, dan gurih lumer di mulut.

Setelah matang, serabi langsung digulung menggunakan lembaran daun pisang segar. Penggunaan daun pisang ini bukan sekadar kemasan tradisional, melainkan memberi aroma harum alami sekaligus menjaga kehangatan tekstur serabi saat disajikan.

Sejarah Panjang: Bermula dari Olahan Apem 1923

Kisah kelezatan Serabi Notosuman menyimpan perjalanan sejarah yang panjang. Berawal pada tahun 1923, pasangan keturunan Tionghoa, Hoo Ging Hok dan Tan Giok Lan, membuka usaha kue rumahan di kawasan Jalan Notosuman.

Awalnya, mereka kerap menerima pesanan kue apem dari para tetangga untuk keperluan acara selamatan. Suatu hari, seorang pelanggan mengusulkan agar adonan apem dibuat lebih tipis dan pipih. Eksperimen sederhana tersebut rupanya melahirkan cita rasa kudapan baru yang sangat disukai warga—yang kemudian dikenal sebagai serabi.

Eksistensi Serabi Notosuman kemudian diteruskan oleh generasi penerus keluarga. Saat ini, terdapat dua gerai legendaris yang berdiri berdampingan di Jalan Moh. Yamin, Solo, yaitu Serabi Notosuman Ny. Lidia dan Serabi Notosuman Ny. Handayani. Meski dikelola secara terpisah, keduanya tetap memegang teguh resep otentik warisan sang perintis.

Rahasia Dapur Dan Varian Rasa

Untuk mempertahankan mutu dan keautentikan rasa, Serabi Notosuman konsisten mempertahankan dua varian rasa klasik:

  1. Varian Original: Mengedepankan cita rasa alami gurih manis dari santan kelapa murni dan aroma harum pandan.
  2. Varian Cokelat: Diberi taburan meses cokelat berkualitas di atas adonan saat setengah matang, sehingga melumer sempurna menyatu dengan tekstur serabi yang lembut.

Proses pemanggangannya tergolong cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar 3 menit di atas wajan tanah liat. Oleh karena itu, pembeli selalu mendapatkan serabi dalam kondisi hangat dan segar (fresh from the oven).

Informasi Praktis dan Panduan Lokasi

Berikut adalah detail praktis untuk membantu rencana kunjungan wisata kuliner Anda di Solo:

  • Nama Tempat: Serabi Notosuman (Gerai Ny. Lidia & Ny. Handayani)
  • Status Resmi: Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia (2021)
  • Alamat Lengkap: Jl. Moh. Yamin No. 51, Kratonan, Kec. Serengan, Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah
  • Jam Operasional: Setiap Hari, Pukul 05.00 – 16.00 WIB (disarankan datang lebih pagi agar tidak kehabisan)
  • Varian Menu: Serabi Original & Serabi Cokelat
  • Saran Penyajian/Oleh-oleh: Nikmat dikonsumsi hangat, dikemas rapi dalam dus untuk buah tangan.

FAQ / Pertanyaan Umum

1. Apa bedanya Serabi Notosuman Solo dengan Serabi Bandung? 

Jawab: Serabi Bandung terbuat dari tepung terigu dan disajikan dengan kuah kinca (gula merah cair). Sedangkan Serabi Notosuman khas Solo terbuat dari adonan tepung beras dan santan kental yang dihidangkan tanpa kuah karena adonannya sudah gurih dan manis.

2. Mengapa dinamakan Serabi Notosuman? 

Jawab: Nama Notosuman diambil dari nama kawasan/jalan tempat serabi ini pertama kali dirintis sejak tahun 1923. Jalan Notosuman kini telah berganti nama menjadi Jalan Moh. Yamin di Kota Surakarta.

3. Apa saja varian rasa Serabi Notosuman? 

Jawab: Serabi Notosuman mempertahankan dua varian rasa otentik, yaitu rasa Original (gurih manis santan) dan rasa Cokelat (dengan lelehan meses).

4. Berapa lama daya tahan Serabi Notosuman untuk oleh-oleh? 

Jawab: Karena dibuat tanpa bahan pengawet sintetis dan kaya akan santan kelapa, Serabi Notosuman paling nikmat dikonsumsi pada hari yang sama atau bertahan hingga 24 jam pada suhu ruang.

Tonton Video: Kelezatan Serabi Notosuman Legendaris Surakarta

Saksikan liputan langsung mengenai proses pembuatan dan sejarah panjang Serabi Notosuman melalui tayangan video berikut:

(Sumber Video: MetroTV di YouTube)

Posting Komentar