Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Posko 84 Dorong UMKM Krandon Lewat Seminar Digitalisasi dan Inovasi Nila Asap Bonggol Jagung

Daftar Isi

 

     Sabtu pagi yang cerah dan penuh antusiasme menyelimuti Balai Desa Krandon, desa yang asri di Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Hari itu, para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) UIN Walisongo Semarang Posko 84 hadir membawa angin segar bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat. Mereka menggelar program sosialisasi yang memadukan strategi pemasaran modern dengan inovasi pengolahan pangan lokal.

Acara ini dibagi menjadi dua sesi utama yang saling melengkapi. Sesi pertama berfokus pada pemberdayaan UMKM melalui digitalisasi yang disampaikan oleh Bapak Yusuf Aji. Di hadapan warga beliau memaparkan bagaimana teknologi dan media sosial kini bukan sekadar hiburan melainkan "senjata" utama untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kemandirian bisnis pelaku usaha kecil. Melalui pemanfaatan platform digital, produk-produk unggulan dari Desa Krandon diharapkan tidak hanya jago kandang, tetapi mampu menjangkau konsumen yang jauh lebih luas tanpa harus terhalang jarak. 

Tidak hanya berhenti pada teori di atas, kegiatan ini langsung dilanjutkan dengan praktik nyata yang di tunggu-tunggu oleh warga. Sesi kedua diisi oleh Bapak Juyamin, yang memandu demonstrasi pembuatan ikan nila asap dengan metode yang sangat efisien. Proses pemasakan ikan asap yang biasanya memakan waktu berjam-jam kali ini disulap menjadi sangat praktis dan hanya memakan waktu sekitar 15 menit saja.

Rahasia dari kecepatan dan kelezatan ikan nila asap ini terletak pada inovasi bahan bakarnya, yaitu menggunakan bonggol jagung (atau janggel jagung). Pemilihan bonggol jagung bukan tanpa alasan. Secara ilmiah, limbah pertanian ini memiliki segudang manfaat untuk pengasapan. Asap dari bonggol jagung mengandung senyawa fenol dan karbonil yang berperan penting sebagai pengawet alami, antibakteri, sekaligus antioksidan yang menjaga daya tahan ikan.

Selain itu, bonggol jagung juga kaya akan kandungan selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Senyawa-senyawa inilah yang bertugas menghambat aktivitas bakteri perusak, sekaligus memberikan warna cokelat keemasan yang cantik dan rasa yang legit pada ikan asap. Metode pengasapan yang diajarkan oleh Bapak Juyamin juga sangat menekankan teknik yang tepat ikan tidak diletakkan di atas bara api yang menyala, melainkan memanfaatkan panas dari asap yang terkurung secara maksimal agar bumbu meresap sedap dan ikan tidak gosong menghitam. Ikan nila asap dengan aroma smoky yang khas, cita rasa unik yang lezat, dan tekstur daging yang tetap lembut.

Kombinasi antara wawasan digitalisasi pemasaran dari Bapak Yusuf Aji dan inovasi produk olahan ikan nila asap dari Bapak Juyamin ini menjadi bekal yang sangat berharga bagi warga. Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Posko 84 berharap, langkah nyata di Balai Desa Krandon ini bisa menggugah semangat kemandirian warga. Dengan produk ikan asap berkualitas tinggi yang proses pembuatannya cepat dan murah, serta strategi pemasaran digital yang tepat sasaran, UMKM Desa Krandon kini siap melesat lebih jauh. 

Penulis: Tim KKN MIT Posko 84 UIN Walisongo

Posting Komentar